Kehidupan Kota Galangan Kapal Terbesar Di Dunia

Galangan Kapal Terbesar

Kehidupan di Kota UlsanKorea Selatan yang memiliki Galangan Kapal Terbesar di dunia tidak seperti yang ada di kota maju lainnya seperti Seoul dan Busan

Ulsan, terletak 5 jam dari Kota Seoul, merupakan salah satu kota yang agak ketinggalan diantara kota lain di Korea Selatan.

Namun, kota ini adalah salah satu kota yang banyak dikunjungi oleh penduduk setempat , karena pantai yang tenang, udara bersih dan tebing yang unik , serta bentuk bebatuan yang menarik.

Kota ini dapat menjadi salah satu tempat yang bagus untuk liburan akhir pekan singkat sambil menikmati sedikit alam.

Disisi lain, kelihatan menjulang ke langit ,berdiri kapal-kapal yang sedang dibangun mengalahkan tingginya bentangan bangunan seperti rumah.

Hal ini dapat memberikan sensasi pengalaman yang luar biasa.

Galangan kapal terbesar di dunia ini, mengingatkan kepada para pengunjung akan kedigdayaan di masa lampau, kota-kota industri galangan kapal yang ada di benua Eropa yang saat ini sudah tergantikan.

Galangan kapal yang termasuk ke dalam Industri Berat adalah pekerjaan yang paling berat dan megah.

Saat ini dominasi industri berat khususnya “bengkel” pembuatan kapal bukan lagi ada di Eropa.

Bahkan Galangan Kapal Terbesar yang ada di Romania, Polandia, Rusia dan Jerman masih terlalu kecil , jika dibandingkan dengan galangan-galangan kapal di Jepang, Korsel dan China.

Industri galangan kapal Korsel menanjak ke posisi puncak dunia pada Januari 2000 mengalahkan Jepang.

Jarak antara keduanya semakin lebar hingga 2008, bahkan Jepang disalip oleh China.

Kehidupan Kota Galangan Kapal Terbesar di Dunia

Pada saat malam hari, kondisi sekitar Galangan Kapal Terbesar di dunia ini bersinar terang di sepanjang garis pantai.

Bisa disaksikan layaknya Panorama untuk atraksi turis.

Pelabuhan Ulsan di malam hari
Pelabuhan Ulsan di malam hari (sumber : koreaittimes.com)

Sedangkan di siang hari riuh oleh dentingan suara konstruksi bercampur dengan hiruk pikuk kota.

Pemandangan senja hari pun tidak kalah menarik.

Penampakan arus manusia yang hendak pulang dari bekerja seharian, dengan menaiki skuter  terdengar meraung-raung.

Hal ini menambahkan riuhnya suasana dan semangat hidup penghuni kotanya.

Kota Ulsan ditopang oleh korporasi industri yaitu Hyundai, yang bertanggung jawab dibalik setiap operasi yang ada di Galangan Kapal Terbesar  ini.

Hampir semua pekerja mengendarai kendaraan milik kantor.

Mereka makan di restoran kantor, berbelanja di department store kantor.

Nonton film Hollywood terbaru di bioskop milik kantor, bersalin di rumah sakit milik kantor.

Bahkan menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah yang juga milik kantor.

Pokoknya semua serba kantor atau perusahaan.

Mungkin inilah contoh kota industri yang ideal,  dimana perusahaan bertanggung jawab atas kemakmuran kota dan penghuninya.

Asal-usul Kota Industri Galangan Kapal Ulsan

Korea Selatan (Korsel) memasuki masa awal industrialisasinya pada pertengahan tahun antara 1960an dan 1970an.

Gerbong kereta transformasi dari kemiskinan dan perubahan kualitas hidup dilakukan dengan gaya dan cara Barat yaitu  Free-Market.

Peranan langsung pemerintah untuk mensubsidi agar terciptanya iklim perindustrian muncul dari ide seorang Jenderal Korsel bernama Park Chung-Hee melalui ucapannya yang terkenal “Do it”.

Tokoh yang terkenal tegas ini membuat skema untuk para konglomerat korup yang dipenjara olehnya.

Para konglomerat korup ini diminta menyerahkan uang haram mereka untuk membangun kekuatan industri yang terarah.

Strategi taktis ini disebut “Kapitalisme Terarah”.

Kekayaan para konglomerat korup tersebut oleh Park Chung-Hee ditukar dengan “kebebasan” mereka.

Tentunya setelah mereka diarak keliling untuk dipertontonkan kepada rakyat secara patriotik.

Dibawah tekanan dan malu, mereka harus menandatangin perjanjian dengan slogan “Saya akan mendonasikan kekayaan kepada pemerintah, jika dibutuhkan untuk membangun bangsa”.

Cara ini mirip dengan sosialisme namun dengan hasil akhir kapitalisme tulen.

Cara  cerdik pemerintah yang membuat skema bagi para taipan korup inilah, yang membawa Korsel menjadi bangsa industri yang kompetitif, sejajar dengan Amerika Serikat dan negara Eropa.

Saat ini Korea Selatan memiliki Industri Galangan Kapal Terbesar di dunia.

Mereka kini terdepan dalam  riset dan pengembangan, serta penerapan aplikasi teknologi yang superior dibanding  industri serupa negara Barat.

Bersaing bersama dengan Jepang dan China, Korsel selalu berada diurutan atas dan selalu tidak jauh dari kompetisi tersebut.

Baca juga : Keunikan dan Keuntungan dari Kapal RORO

Related posts

Leave a Comment