Hendra Arifin dan Konsep Japanese Fast Food Hoka-Hoka Bento

hendra arifin - pengusaha sukses

Awal Mula Berdirinya Hoka – Hoka Bento

Pengusaha Sukses – Hendra Arifin – Artikel Bisnis – Kargoku.id

Hendra Arifin merintis bisnisnya pada tahun 1985, hingga kini sudah menjadi Japanese Fast Food terbesar di Indonesia. Nama Hoka Hoka Bento dalam bahasa Jepang sendiri memiliki arti “Makanan Hangat dalam boks”.

Kemudian Hendra Arifin pergi ke jepang untuk mempelajari dan membeli izin penggunaan merek Technical assistance Hoka – Hoka Bento di Indonesia.

Sistem Hokben di Jepang berupa Take Away, namun, saat ini usaha dengan merek serupa di jepang  sudah tidak ada lagi.

Awalnya Hendra Arifin membuka sebuah gerai kecil yang berlokasi di Kebon Kacang, Jakarta Pusat dan PT Eka Boganti memiliki penuh hak cipta atas merek – merek HokBen  yang 100% dimiliki oleh warga Indonesia.

HokBen terkonsep dengan  penyusunan meja panjang yang terdapat beberapa hidangan makanan siap saji didalamnya, mulai dari tumisan, gorengan, salad dan sup.

Semua makanannya mengadopsi dari negeri sakura, seperti yakiniku, teriyaki, chicken katsu dan banyak yang lainnya. Namun tidak kehilangan cita rasa Indonesia yang bisa dilihat dari cita rasa sambalnya yang manis dan pedas.

Hendra Arifin melebarkan sayapnya dengan membuka gerai di luar kota yakni teppatnya di Bandung Pada tahun 1990, di Bandung sendiri kini sudah tersedia 23 gerai.

Sedangkan gerai di Surabaya dibuka pada tahun 2005 dan kota Malang pada tahun 2008 hingga 2010 Hokben menyambangi wilayah Jawa Tengah, Bali dan Yogyakarta.

Membuka Call Centernya pada tahun 2007 dengan nomor 1500-505 dan juga dalam pelayanan pesan online pada tahun 2008. Hingga pelayanan Drive Thru yang terlaksana pada tahun 2010 mencakup wilayah Tanggerang, Bekasi, Surabaya.

Saat ini Hokben sudah memiliki 350 gerai di seluruh Indonesia yang tersebar di pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan

Prinsip & Perjalanan Hendra Arifin dalam menekuni Bisnis Kulinernya

Hendra Arifin adalah pendiri Hoka – Hoka Bento di Indonesia, awalnya ia merupakan seorang pegawai swasta di PT Astra Internasional, namun Hendra resign dan memilih untuk keluar dari zona nyamannya dan mulai merintis usahanya pada tahun 1985.

Keputusannya untuk meninggalkan pekerjaannya dan beralih ke dunia bisnis ini menuai banyak pertentangan dari pihak keluarga, kerabat dan rekan – rekannya pada masa itu, namun Hendra Arifin membuktikan bahwa kini usahanya telah maju.

Konsep berupa makanan cepat saji yang ditawarkan oleh Hokben ini, ternyata cukup diminati oleh masyarakat luas. Dilihat dari menu makanannya yang bervariatif, higienis, cepat dalam penyajiannya, dan suasana yang nyaman, menjadi pilihan menu makanan yang ideal yang hadir di tengah masyarakat.

Hendra Arifin juga mengungkapkan bahwa semua hal yang terjadi tidak secara kebetulan namun atas kehendak Tuhan. Dan ada beberapa nilai yang diutamakan dalam menekuni sebuah bisnis menurutnya, terutama dalam hal kejujuran

“Sikap shiddiq (terpercaya) sangat penting. Tanpa sikap shiddiq, lalu bagaimana kita memperoleh amanah” jelasnya. *

Nilai kejujuran ini akan menjadi modal yang penting dalam menjalanii hidup termasuk dalam membagun sebuah bisnis.

Adapula prinsip dalam berbisnis Hendra Arifin yang menyebutkan bahwa pentingnya maaf dan memaafkan

“Butuh sebuah keberanian dan kebesaran hati untuk menerima dan meminta maaf” tuturnya. *

Dalam penilaiannya, sebagian orang merasa sulit untuk memaafkan sebuah kesalahan meskipun hal itu telah berlalu, dengan maaf dan memaafkan maka seseorang akan memiliki kerjenihan dan kebersihan dalam berpikir

“Fikiran negatif hanya akan mengusik konsentrasi kita untuk bergerak maju. yang jelas sangat tidak menguntungkan” ujarnya. *

Ia juga menuturkan bahwa pentingnya rasa ikhlas dan berusaha bangkit kembali untuk mengejar kesuksesan, belajar dari kegagalan dan berusaha bangkit dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca juga tentang sosok sukses dibalik Terry Palmer Brand, Wilson Pesik

* neraca.co.id

Related posts

Leave a Comment