Jenis dan Fungsi Surat Izin Usaha dalam Berbisnis UKM

surat izin usaha

Jenis dan Fungsi Surat Izin Usaha dalam Berbisnis UKM-UMKM.

Menjalani wirausaha merupakan hal yang diimpikan oleh hampir semua orang.

Pekerjaan yang bisa dijadikan bisnis sambilan ini, ternyata mampu menghasilkan keuntungan yang menggiurkan.

Namun, salah satu hal yang perlu dipelajari sebelum membangun usaha adalah mengenal surat izin usaha, agar usaha Anda dapat berjalan dengan lancar.

Mengenal Macam Surat Izin  Usaha

Setiap jenis usaha yang ingin Anda lakukan, sebaiknya harus memiliki Surat Izin.

Surat Izin mulai dari Pembangunan tempat, sampai dengan Jenis Usaha  yang ingin dijalankan

Oleh sebab itu, supaya Anda lebih mengetahuinya berikut macam dan Fungsi dari Surat Izin Usaha.

1. SKDU

SKDU adalah Surat Keterangan Domisili Usaha.

SKDU ini harus dimiliki setiap pengusaha.

Saat mengurus SKDU, dibutuhkan beberapa dokumen seperti KTP, NPWP, Akta Pendirian, dan dokumen lainnya.

SKDU diterbitkan oleh Kantor Kelurahan atau Kecamatan setempat.

2. SITU

SITU adalah Surat Izin Tempat Usaha.

Bentuk perizinan tersebut biasanya ditujukan untuk perorangan atau instansi.

Pemerintah mengeluarkan SITU dengan masa berlaku tiga (3) tahun.

Jika masa berlakunya sudah habis, Anda diharapkan dapat melakukan perpanjangan kembali dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

SITU harus dimiliki oleh sebuah badan usaha atau usaha perorangan sebagai bukti legalitas dari usaha.

Surat izin ini memiliki dasar hukum yang valid dan sah di Indonesia.

Sehingga menjadi suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh para Pengusaha atau Pemilik Perusahaan.

SITU memiliki dasar hukum berdasarkan Peraturan Daerah yang dibuat oleh Pemerintah Daerah masing-masing.

3. SIUI

SIUI adalah Surat Izin Usaha Industri yang dikeluarkan untuk pengusaha kecil dan menengah .

Syarat untuk memperoleh SIUI, yakni pengusaha mengajukan permohonan ke kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah Tingkat II Kabupaten / Kota.

Atau ke Dinas Perindustrian di setiap daerah kabupaten/ kota, kemudian dilanjutkan ke tingkat Propinsi.

SIUI adalah dokumen legal yang dibutuhkan para pengusaha yang memiliki modal mulai dari Rp. 5 juta sampai dengan Rp 200 juta.

Jika usaha Anda bertambah besar, maka Anda dapat mengajukan SIUI ini di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Tingkat I.

Setiap daerah, biasanya memiliki persyaratan yang berbeda dalam mengurus SIUI ini.

SIUI adalah wajib dimiliki oleh perusahaan atau Usaha Jenis Tertentu.

Usaha Jenis Tertentu ini adalah perusahaan yang memiliki kegiatan usahanya di bidang industri.

Seperti mengolah dari bahan mentah, barang setengah jadi dan barang jadi menjadi Produk Akhir.

Produk Akhir ini memiliki nilai yang lebih tinggi dalam penggunaannya.

4. SIUP

SIUP adalah Surat izin Usaha Perdagangan adalah surat yang dibuat Pemerintah Daerah untuk usaha perdagangan.

Setiap Pedagang disarankan untuk mendapatkan SIUP, agar legalitas dalam berdagang menjadi terpenuhi.

Surat ini dikeluarkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

SIUP digolongkan menjadi 3 yakni SIUP kecil, menengah, dan besar.

Kategori tersebut dilihat dari modal yang dimiliki oleh Perusahaan.

1). SIUP Kecil diterbitkan untuk perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan bersih di bawah Rp 200 juta .

2) SIUP Menengah diterbitkan untuk perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan bersih mulai dari Rp 200 juta sampai dengan Rp 500 juta.

3) SIUP Besar diterbitkan untuk perusahaan yang mempunyai modal dan kekayaan di atas Rp. 500 juta.

5. NPWP

Setiap Pengusaha dalam menjalankan produk industrinya wajib memiliki NPWP.

Syarat untuk pengajuan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yaitu fotokopi SITU, KTP, surat kuasa.

Hal ini akan berhubungan dengan wajib pajak yang Anda bayar pada tiap tahunnya.

NPWP ini sangat dibutuhkan dalam mengurus perijinan seperti SKDU.

NPWP ini dibuat oleh petugas pajak dan diserahkan kepada para wajib pajak.

Wajib Pajak akan menggunakannya sebagai alat administrasi pajak, sekaligus bisa sebagai identitas wajib pajak.

Apakah Wajib Pajak sudah memenuhi kewajibannya sebagai individu atau karyawan atau Pemilik Perusahaan ?

Dengan adanya NPWP ini, Petugas Pajak dapat memonitor dan mengawasi semua Wajib Pajak.

Saat ini untuk mendapatkan NPWP, dapat langsung ke Kantor Pajak terdekat dengan tempat tinggal Anda atau dapat dilakukan secara online.

Secara online dapat melalui https://ereg.pajak.go.id/login.

6. TDP

TDP adalah Tanda Daftar Perusahaan

TDP adalah bukti bahwa perusahaan yang Anda miliki sudah terdaftar secara sah.

Bentuk badan usaha yang berbadan hukum seperti CV , firma dan PT harus memiliki TDP.

Pengurusan TDP diajukan ke Pemerintah Daerah Setempat , biasanya diajukan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tingkat Kabupaten/Kota/Propinsi.

Itulah macam dan fungsi dari surat izin usaha yang dapat Anda jadikan referensi ketika ingin berbisnis.

Dalam membangun usaha Anda , selain harus memiliki Surat Izin Usaha, Anda harus memperhatikan Faktor Lingkungan.

Terutama terhadap dampak limbah dan pencemaran, sehingga Anda bisa lebih bertanggung jawab.

 

Baca juga : Inilah Cara Mendirikan CV dengan Tepat

Related posts

Leave a Comment