Terusan Panama, Lahirnya Negara dan Gerbang Maritim

terusan panama

KARGOKU – LOGISTIK

Artikel dan Berita Logistik – Terusan Panama –Terusan Panama secara resmi selesai dibangun pada tanggal 15 Agustus 1914 dan rencana perhelatan akbar peresmiannya tidak terjadi dikarenakan Perang Dunia I dimulai. Pembangunan rintisan sudah banyak memakan 22.000 korban jiwa pekerja karena wabah dan memakan biaya paling besar pada jamannya.

Ada dua negara yang membangun proyek terusan tersebut. Secara urutan, negara pertama itu Prancis dengan diarsiteki oleh Ferdinand de Lesseps–begawan arsitek yang membangun Terusan Suez- memulai pembangunan tahun 1881 dan terhenti pada tahun 1889 karena pembiayaan dari 800.000 stok para pemegang saham amblas lalu perusahaan bangkrut. Di periode ini Panama belum merdeka dan masih menjadi bagian Kolombia

Pembangunan yang sempat terhenti baru dimulai lagi pada tahun 1904, oleh Amerika Serikat dari semenjak awal sudah mempunyai rencana dengan Inggris untuk membangun suatu Terusan di benua latin untuk menghubungkan Trans Pasifik-Atlantik.

Pengambil-alihan proyek pembangunan Terusan Panama, yang masuk salah satu kategori satu dari delapan “Kemegahan Struktur Bangunan” di abad 20, itu terjadi karena beberapa momen.

Salah satu momen tersebut diantaranya, saat itu Prancis tengah membutuhkan “biaya pengganti” untuk para pemegang saham.

Selain itu secara politik, Amerika Serikat terang-terangan membantu dalam mewujudkan kemerdekaan rakyat Panama atas Kolombia untuk bernegara di tahun 1903, proyek pembangunan terusan Panama dimulai kembali beberapa bulan setelahnya.

Kendati proyek terus berjalan, perekonomian dan kehidupan sosial rakyat Panama dengan adanya gerbang maritim penghubung samudera Pasifik dan Atlantik dalam rentang tahun 1904 hingga 1977 tidak melulu membaik.

Hal inilah yang menjadi sumber terciptanya konflik berkepanjangan diantara rakyat Panama sendiri dan Amerika Serikat. Barulah pada tahun 1977 terjadi perjanjian antara presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dengan pemimpin Panama Omar Torrijos.

Perjanjian tersebut menghasilkan pemberian otoritas atas Terusan Panama kepada Panama, dimana 20 tahun kemudian baru terealisasi penuh pada tanggal 31 Desember 1999.

Terusan Panama Menghadirkan Banyak Manfaat

Terusan Panama yang membelah wilayah negara menjadi dua bagian memberikan masalah transportasi dan infrastruktur tersendiri namun dilihat dari segi keuntungan, banyak manfaat yang didapat.

Panjang daripada terusan ini kurang lebih 81 km, terdapat bendungan-bendungan rekayasa (locks) dan kereta khusus penarik kapal guna mengakali jalur lewat untuk dataran yang memiliki tingkat elevasi/ketinggian tertentu yang kemudian dihubungkan ke jalur selanjutnya.

Rute jarak dan waktu tempuh alternatif transportasi kapal laut menjadi berkurang dari yang biasa memutari Semenanjung Horn 12.800 km tiap 2-4 hari (tergantung pemberhentian dan muatan) menjadi hanya 81 km dalam waktu 8-10 jam saja.

Jalur ini dilalui sekitar 40 kapal laut perhari dengan biaya $72/TEU. Tercatat, kapal pesiar Crown Princes pernah merogoh kocek $144,344.91 (sekitar 1,9 milyar) untuk sekali transit melaluinya!

Peningkatan layanan terusan ini semenjak 2007 telah memulai proyek pelebaran luas dibeberapa bendungan dari sebelumnya panjang rata-rata 305m dan lebar 33,5m menjadi dua kali lipat.

Proyek ambisi pembangunan terusan dengan julukan “Eight Wonder” ini digadang sudah menelan biaya sekitar $5.25 milyar dan sudah selesai pembangunannya pada tahun 2016.

Terusan Panama menyumbang devisa per tahunnya sekitar 1 milyar dollar bagi Negara Panama dan saat ini sudah bisa dilalui oleh 99% berbagai jenis kapal angkut kargo laut dari seluruh penjuru dunia.

Baca juga tentang Terusan Kra.

Related posts

Leave a Comment