Yasa Singgih – Tekad Menjadi Mandiri di Usia Yang Sangat Muda

pengusaha sukses yasa singgih

Yasa Singgih

Yasa Paramita Singgih, mendirikan brand-nya Mens’ Republic. Lahir pada tahun 1995, Yasa Singgih ada dalam jajaran anak muda yang paling berpengaruh Under 30 Young Leaders & Enterpreneurs in Asia, Versi Majalah Forbes 2017 dan penghargaan lainnya dikeluarkan oleh Markplus dengan headline Marketeers Youth Of The Year 2016.

Ia berpendapat bahwa jadi pengusaha di usia muda sama saja seperti anak muda yang lainnya hanya porsi mainnya saja yang dikurangi, mulai dari nongkrong hingga stalking ia batasi dan Yasih Singgih selalu mengingat sebuah kutipan yang berbunyi

“lebih baik kehilangan masa muda dari pada masa tua”

Yasa Singgih juga menulis sebuah buku yang berjudul “Never Too Young To Become a Billionare” pada tahun 2015. Karna kebiasaan curhatnya di medsos dan juga sambil berbagi pengalamannya dengan konsumennya, dari situ ia mendapat banyak followers, sehingga menarik perhatian dari banyak media cetak dan online yang berminat untuk meliput dirinnya.

Menemukan Sebuah Titik Balik Dalam Hidupnya

Pada saat itu  Yasa Singgih berusia 15 tahun, ia duduk di bangku kelas 3 SMP, kala itu sang ayah mengalami serangan jantung.

Dimana kondisinya sangat kritis, dikarenakan ada penyempitan pembuluh darah sehingga harus menjalankan operasi dan pasang ring yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Papa saya berpikir berulang kali, kalau operasi, sayang uangnya.” (bintang.com)

Dengan kondisi sulit yang dialaminya lantas membuat ia berkeinginan untuk mandiri dan sukses, lalu ia memulainya dengan terjun ke salah satu Event Organizer yang membuat acara – acara pesta ulang tahun remaja.

Sewaktu di EO tugasnya adalah menyiapkan dekorasi pesta dan juga sempat jadi MC , mulai saat itu Yasa Singgih jadi rutin ngejob MC setiap minggu untuk pesta ulang tahun ataupun acara musik.

Pasang Surut Dalam Menjalankan Usahanya

Setelah mendapat uang dari hasil jerih payahnya, Yasa Singgih kemudian memutuskan untuk menjual beberapa produk fashion.

Mencoba peruntungannya dengan modal awal tujuh tatus ribu rupiah, namun usahanya ini tidaklah berjalan dengan mulus. Yasa Singgih mengalami kegagalan pada awal dan apalah boleh buat kondisi penjualannya sepi.

Kemudian Yasa Singgih memutuskan untuk mengambil barang di tanah abang, dan kebetulan barang yang Yasa pilih adalah yang sesuai dengan seleranya sendiri.

Barang itu berupa kaos-kaos pria, Yasa Singgih membelinya sebanyak 1 lusin. Mulai dari sini kemudian bisnisnya berjalan dengan baik dan mengalami perkembangan

Yasa Singgih menjual kaos-kaosnya secara online, masih menggunakan web blogspot.com dan media sosial lainnya seperti, blog Twitter, BBM yang berjalan selama setahun.

Kemudian ia mulai punya banyak uang dari usahanya berdagang online. sehingga Yasa tergoda untuk menjalankan bisnis yang lain.

Pada saat itu Yasa Singgih tertarik kepada bisnis kuliner namun dengan menjalankan 2 bisnis sekaligus ia menjadi tidak fokus dan mengalami kegagalan dalam usahanya sehingga uang hasil penjualan kausnya terbuang habis.

Namun Yasa tak mau menyerah, langkah selanjutnya yang ia ambil adalah dengan menghidupkan kembali Men’s Republic dengan konsep yang lebih matang.

Yasa Singgih melihat bahwa terdapat peluang yang besar di segmen pasar pria.

Yasa Singgih mulai usaha berjualan sepatu di bawah bendera Mens Republic, caranya dengan berhutang di sebuah pabrik sepatu.

Dan setelah barang dagangannya itu laku dan perputaran uang yang lancar, ia akhirnya mulai merekrut karyawannya mulai dari 1 orang hingga bertambah terus.

Ia meresmikan brandnya di bawah naungan PT Paramita Singgih. Serta membentuk identitas Men’s Republic yang memberi kesan manly, dengan condong pada warna-warna gelap.

Kini produk sepatu dari Men’s Republic telah menjual 500 pasang sepatu perbulannya, Yasa sudah mampu mempunyai omzet ratusan juta dengan laba bersih nya sekitar 40% dalam usianya yang masih muda.

Baca juga kisah pengusaha sukses lainnya.

Related posts

Leave a Comment