3 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes Tahun 2017

Orang Terkaya di Indonesia

Menjadi Orang  Terkaya di Indonesia adalah impian semua orang.

Namun, untuk meraih itu  dibutuhkan ekstra tenaga, pikiran, waktu, modal , dan kemampuan diri yang handal, termasuk memiliki motivasi untuk tidak pantang menyerah.

Bisa dikatakan orang yang telah mencapai tingkatan menjadi Orang Terkaya di Indonesia  akan selalu menjadi Role Model atau Panutan bagi banyak orang.

Jadi, tidak heran jika banyak yang penasaran dengan sosok orang yang memiliki kekayaan terbesar di negara kita ini.

Siapa sajakah yang termasuk Orang Terkaya di Indonesia? Berikut ini update terbaru 2017 menurut Majalah  Forbes.

Daftar Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2017

1. Robert Budi Hartono (usia 77 tahun)

Robert Budi Hartono

Pria kelahiran 28 April tahun 1940 ini memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong .

R. Budi Hartono merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia dan seorang pengusaha Indonesia yang sukses.

Dia adalah anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan.

R. Budi Hartono menduduki peringkat teratas sebagai orang yang memiliki asset harta paling banyak di Indonesia dalam 8 tahun terakhir.

Untuk tahun ini beliau menjadi Orang Terkaya di Indonesia yang berada pada peringkat pertama.

Update terakhir tentang kekayaan beliau pada saat ini adalah sekitar US$ 9 billions.

Jika dirupiahkan, angka tersebut setara dengan Rp. 119 Triliun.

Tidak heran juga, karena Robert Budi Hartono dan kakaknya menggeluti berbagai bidang usaha.

Usaha yang mereka kembangkan adalah perusahaan Kretek (Djarum) , Kebun Kelapa Sawit, Perbankan, Properti (Grand Indonesia), perusahaan elektronik (Polytron) dan lain sebagainya.

Di bidang Perbankan sendiri, R. Budi Hartono bersama kakaknya Michael Hartono adalah pemilik saham terbesar di Bank Central Asia.

Untuk mengembangkan bisnisnya di bidang digital , Grup Djarum ini mendirikan perusahaan baru bernama PT Global Digital Niaga pada tahun 2011 (sumber : www.bloomberg.com) .

Perusahaan ini membuat sebuah produk digital yaitu blibli.com.

Blibli.com adalah toko online yang menawarkan penjualan berbagai macam produk.

Grup Djarum juga telah melakukan akuisisi pada perusahaan Digital seperti Kaskus pada tahun 2011.

Kaskus adalah situs forum komunitas yang paling popular di Indonesia .

Dan pada bulan Juni 2017, Grup ini  juga telah mengakuisisi tiket.com.

Tiket.com adalah salah satu online travel agent terbesar di Indonesia.

Saat ini Grup Djarum melalui Global Digital Prima Ventures (GDP) membentuk inkubator bernama Merah Putih Inc, sebuah inkubator start-up lokal berbasis komunitas dan mereka memberikan bantuan modal bagi start-up lokal yang inovatif.

Grup Djarum sangat serius dalam mengembangkan bisnis digital ini.

2. Michael Bambang Hartono (78 tahun)

Michael Bambang Hartono

Pria kelahiran Kudus pada tanggal 2 Oktober 1939 adalah merupakah kakak dari Robert Budi Hartono. Ia memiliki nama asli Oei Hwie Siang.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963.

Mereka berdua mengembangkan Djarum menjadi perusahaan besar dan sangat disegani saat ini.

Selisih sedikit dengan R. Budi Hartono, sosok yang menempati urutan nomor dua dari Orang Terkaya di Indonesia ini memiliki kekayaan sebesar US$ 8.9 billions (setara dengan 117 Triliun rupiah) .

Jumlah tersebut diraih berkat keuletannya bersama sang adik yakni Robert Budi Hartono dalam membangun dan memajukan perusahaan Djarum.

Meskipun sempat jatuh, tetapi keduanya berhasil bangkit dan kemudian berhasil mengembangkan perusahaan Djarum menjadi sangat sukses seperti sekarang ini.

Dan mereka berdua akhirnya menjadi Orang Terkaya di Indonesia dan menjadi pengusaha yang sangat sukses.

3. Sri Prakash Lohia (65 tahun)

Sri Prakash Lohia

Pria kelahiran Kolkata, India pada tanggal 11 Juli 1952.

Sri Prakash Lohia adalah Pendiri Indorama Corporation.

Perusahaan ini bergerak di bidang petrokimia dan tekstil.

Beliau lahir di India , tetapi menghabiskan sebagian besar hidup profesionalnya di Indonesia.

Sri Prakash Lohia telah merubah kewarganegaraannya menjadi warga Indonesia.

Sri Prakash Lohia lulus dari Universitas Delhi pada tahun 1971.

Pada 1973, dia pindah ke Indonesia. Kemudian, Dia mendirikan Indorama Synthetics bersama ayahnya .

Perusahaan ini adalah penghasil benang pintal yang memiliki fasilitas manufaktur di Purwakarta, Jawa Barat.

Pada tahun 1990, Sri Prakash Lohia melakukan diversifikasi usaha dengan mulai memproduksi Polyethylene terephthalate (PET), yang digunakan untuk pembuatan botol plastik minuman seperti Coca cola dan Pepsi.

Saat itu , adiknya juga mulai membangun sebuah perusahaan PET Manufaktur, Indorama Ventures, yang berlokasi di Thailand.

Saat ini, Indorama Ventures merupakan Produsen Terbesar Kedua di dunia untuk botol PET.

Sri Prakash Lohia  juga diketahui menjabat sebagai Ketua Indorama Ventures dengan kepemilikan saham 34%.

Total kekayaan yang dimiliki Sri Prakash Lohai saat ini adalah sekitar US$ 5,4 Billions atau setara dengan 71 Triliun rupiah.

Saat ini, usahanya sangat beragam mulai dari tekstil , petrokimia ,pembangkit tenaga listrik, serta membuat berbagai produk industri, termasuk polyethylene, polypropylene dan sarung tangan medis.

Indorama pun terus melakukan investasi di dalam dan luar negeri.

Saat ini, investasinya di benua Afrika diperkirakan mencapai USD 2 miliar.

Walaupun Menjadi Orang Terkaya di Indonesia, Sri Prakash Lohia tetap merendah dan selalu mengembangkan dirinya.

Masuk dalam daftar kategori 3 Orang Terkaya di Indonesia bisa menjadi suatu hal yang sangat membanggakan.

Tapi, jika mendalami bagaimana mereka meraih itu semua, rasanya hanya orang-orang tertentu dan pilihan saja yang dapat mengejar, menyamai dan menggantikan posisi mereka kedepannya.

 

Baca juga : Saygin Yalcin – Gagal jadi Dokter, Sukses Berbisnis di Timur Tengah

 

Related posts

Leave a Comment