kargoku.id – PT Indosat Tbk adalah perusahaan yang sebelumnya pernah menjadi BUMN yang pada akhirnya dijual sebagian besar sahamnya oleh pemerintah pada tahun 2002 dan kini menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar ke-2 di Indonesia dengan 60,3 juta pelanggan seluler.
Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Indosat tetap berhasil mempertahankan momentum transformasinya dengan menjadi perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi di sektor telekomunikasi Indonesia pada tahun 2020.
Sejarah Perusahaan Indosat
| 1967 | Berdiri pada 10 November 1967 sebagai perusahaan penanaman modal asing yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia. |
| 1980 | Dinasionalisasikan dan menjadi BUMN |
| 1994 | Go publik di Indonesia dan New York Stock Exchange |
| 1995 | Indosat mendirikan Telkomsel, perusahaan patungan bersama Telkom |
| 2001 | Masuk pasar seluler Indonesia melalui akuisisi mayoritas saham Satelindo dan pendirian PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) |
| 2002 | Pemerintah melakukan divestasi 50% saham seri B. sejumlah 8,1% saham dijual melalui tender global yang dipercepat, 41,9% saham dijual kepada mantan anak perusahaan STT Communications Ltd. |
| 2008 | Ooredoo mengakuisisi kepemilikan STT di PT Indosat Tbk. |
Produk dan Layanan Indosat Ooredoo

Layanan Pribadi
- IM3 Ooredoo Prabayar
- Freedom internet
- Freedoom U
- Freedom kuota harian
- Freedom Comco
- Prime dan Prime X
- Yellow
- Freedom Apps
- IMPreneur
- Paket Obrol
- IMClass & Kuota Bantuan Dana Internet
- IM3 Ooredoo Pascabayar
Layanan International
- Roam Internet
- Roam Umroh dan Haji
- Sambungan Langsung Internasional
- Paket Telpon International
Indosat Ooredoo Business
- Internet of Things (IoT) dan M2M
- Layanan teknologi Informasi (TI)
- Konektivitas
- Satelit
- Layanan Suara Tetap
- Layanan Internet
- Layanan Mobile
Digital
- MPWR
- IMKas
- Platform Video
- Platform Musik
- Monetisasi Data
- Membangun Kanal Baru
- IMX
- myIM3
Kinerja perusahan di tengah pendemi sangat baik. Hal ini karena adanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi Covid-19 membuat berbagai lapisan masyarakat perlu mengubah cara komunikasi agar bisa tetap terhubung satu dengan yang lain. Hal ini menyebabkan lalu lintas data mencatatkan peningkatan data lebih dari 52,8%.
Pada tahun 2020, pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 6,92% menjadi Rp.27,92 triliun dari Rp. 26,11 triliun pada tahun 2019. Meskipun pendapatan naik, perusahaan justru membukukan kerugian Rp. 716,72 miliar selama 2020 ketika tahun 2019 berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp. 1,56 triliun.
Mengapa Laba bersih perusahaan turun karena pada tahun 2020 terjadi kenaikan beban total menjadi senilai Rp.25,52 triliun dari akhir 2019 yang sebesar Rp. 21,88 triliun. Ini karena do 2020 perusahaan tidak lagi mendapatkan keuntungan dari jual dan sewa menara serta dari penerimaan asset yang nilainya besar di tahun 2019.
Kenaikan biaya keuangan 10,14% menjadi sebesar Rp.3,04 triliun di akhir 2020, dari yang tahun sebelumnya senilai 2,76 triliun juga menjadi salah satu penyebab rugi Indosat. Belum lagi terjadi kerugian dari selisih kurs, lalu penurunan drastic dari segi asset, nilai kas dan setara kas.
Proporsi Pendapatan Indosat Tahun 2020
| Jasa Multimedia Interaktif, data dan Internet | Rp. 4,28 triliun / 15,3% |
| Telekomunikasi Tetap | Rp. 560 miliar / 2% |
| Jasa Selular | Rp. 23,08 triliun / 82,7% |
Komposisi Pemegang Saham
| Pemerintah RI | 14,29 % |
| Masyarakat | 20,71 % |
| Ooredoo Asia Pte.Ltd | 65 % |
Selama tahun 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini dalam meningkatkan jaringan internet di Indonesia dan mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan.
