Bob Hasan- Bicara tentang pengusaha sukses yang sangat tajir di Indonesia. Anda tentu mengenal deretan nama seperti Sri Parkash Lohia, Mochtar Riady, Chairul Tanjung, Soeprapto Suparno, hingga pengusaha yang memiliki gaya nyetrik yaitu Bob Sadino. Namun apa kamu sudah tahu dengan sosok Bob Hasan? Pengusaha kaya di balik keberhasilan Lalu Muhammad Zohri, sang atlet muda yang sempat viral di media sosial.
Peran Mohammad Bob Hasan adalah sebagai penyokong dana untuk Zohri. Sang pengusaha kayu itu telah membiayai semua kebutuhan Zohri untuk mengikuti lomba lari dunia di Finlandia, pada juli lalu. Mulai dari biaya latihan, akomodasi, hingga kebutuhan lainnya.
Sosok dan Perjalanan Hidup Bob Hasan Dari Dulu Sampai Sekarang
Walaupun kontribusinya dalam dunia olahraga patut diacungi jempol, Tetapi pengalamannnya di dunia bisnis dan politik malah sebaliknya. Bob penuh dengan kontroversi. Yuk simak ulasan berikut ini!

1. Ketua Umum PASI Selama 40 Tahun
Walaupun sudah berusia 87 tahun, namun Ia selalu memiliki semangat yang tinggi untuk membawa cabang olahraga atletik Indonesia mendunia. Sejak masa pemerintahan Soeharto sampai sekarang, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Dengan menjabat sebagai Ketum PASI, Ia seringkali membiayai kebutuhan asosiasi termasuk para atlet dengan uang pribadinya, sebab minimnya dukungan dari pemerintah. Tiap tahunnya, pebisnis ini mengeluarkan dana hingga Rp10 miliar dari kantongnya untuk membiayai asosiasi.
Biaya tersebut Ia digunakan untuk melakukan scouting atau pencarian bakat ke seluruh Indonesia, hingga ke pelosok negeri. Talenta-talenta yang berbakat ini akan diberi pelatihan, biaya akomodasi, dan biaya hidup untuk pelatihan khusus di Jakarta. Sampai akhirnya Ia menemukan Zohri yang sukses di kancah Internasional.
2. Memulai Bisnis di Bidang Kayu
Dulu dirinya dan Soeharto menjadi mitra bisnis di segala bidang, khususnya di industri kayu. Pada tahun 1966 dirinya memulai ekspansi besar-besaran pada bisnis penerbangan komersial terutama di luar Jawa. Lalu pada 1970, Bob Hasan bertugas sebagai mitra Indonesia bagi perusahaan asing yang ingin berbisnis kayu di Tanah Air.
Saat itu Bob Hasan merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan Georgia Pacifik, Amerika Serikat. Tetapi saat keluar dari Indonesia, perusahaan peninggalan tersebut sepenuhnya menjadi milik Bob Hasan. Selain kayu, Ia merambah bisnis lain di industri keuangan, otomotif dan asuransi, melalui perusahaan induk Kalimanis Group. Perusahaan tersebut dikabarkan menguasai lebih dari 2 juta hektare (ha) lahan hutan di Kalimantan. Saat itulah Bob Hasan dijuluki sebagai Raja Hutan Indonesia.
3. Ditunjuk Jadi Ketua APKINDO
Dari situlah, Bob Hasan kemudian menjadi salah satu pengusaha tajir di Indonesia. Walaupun pada akhirnya, asosiasi ini harus disetop karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997. Selanjutnya APKINDO resmi dibubarkan pada 1998.
Dengan menjadi pebisnis besar di industri kayu. Dirinya ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) yang pada saat itu Soeharto memberikan kebebasan Bob Hasan untuk melakukan ekspor, pemasaran, penetapan harga dan penerbangan. Disanalah, Bob Hasan kemudian menjadi salah satu pengusaha tajir di Indonesia. Meskipun pada akhirnya pada 1998, asosiasi ini harus disetop karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
4. Mendirikan Majalah Gatra
Selain mendirikan bisnis kayu, Bob Hasan juga memiliki minat di industri media. Pada tahun 1994 dia mulai mendirikan Gatr . Karena hubungan baiknya dengan Presiden Soeharto, majalah tersebut disulap menjadi majalah yang pro pemerintah dengan tampilan format sampul yang meniru sampul majalah TIME.
5. Sosok yang Peduli Sesama
Sosok Bob Hasan ini patut untuk ditiru. Dirinya adalah pribadi yang suka menolong. Ia aktif dalam bebagai kegiatan sosial. Seperti membantu Soeharto dalam mendirikan Yayasan Damandiri (Dana Sejahtera Mandiri) pada tahun 1966. Selain itu, dirinya juga menciptakan program pembangunan untuk daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2016. Serta membangun kegiatan pelatihan komputer kewirausahaan bagi para penyandang tunanetra oleh Persatuan Tunanetra Indonesia.
6. Pahlawan Atlet Cabang Atletik
Saat itu Bob Hasan pernah mengatakan kekecewaannya kepada media dan pemerintah Indonesia. Dia kecewa sebab olahraga cabang atletik yang sudah dibinanya selama hampir setengah abad hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Sehingga Bob Hasan harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membiayai kegiatan cabang atletik di Tanah Air. Kritikan tersebut juga dilemparkan bagi media yang dinilai kurang memberitakan cabang atletik. Tak seperti atlet bulutangkis atau sepakbola yang selalu menjadi sorotan.
Bob Hasan berpendapat dari sebuah cabang olahraga yang paling penting adalah pembinaan yang matang dengan struktur yang jelas. Sebaliknya hasil atau prestasi akan datang dengan sendirinya. Itulah sebabnya olahraga Indonesia, termasuk atletik membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah, media, dan seluruh rakyat Indonesia.
