LOGISTIK KARGOKU
Pembangunan pelabuhan berskala internasional sedang dirintis di Pelabuhan Teluk Bintuni. Pembangunan ini dilaksanakan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Tentunya ini adalah hal yang sangat menggembirakan. Ini karena adanya pelabuhan tersebut bisa menyokong kegiatan-kegiatan maritim di sekitarnya. Kamu bisa simak ulasannya berikut ini.

Pembangunan Pelabuhan Teluk Bintuni
Pembangunan ini merupakan hal yang sangat menggembirakan. Apalagi selama ini Teluk Bintuni hanya memiliki satu pelabuhan ‘existing’.
Pelabuhan tersebut memiliki kapasitas yang sangat kecil. Yang tak kalah penting, pelabuhan ini sulit untuk dikembangkan. Ini dikarenakan letaknya yang berada di sungai.
Tentu saja, mempertimbangkan berbagai aspek pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, maka Teluk Bintuni membutuhkan pelabuhan yang benar-benar memadai dan mendukung.
Pelabuhan tersebut harus bisa mengakomodasi pengangkutan barang dan pengangkutan penumpang dengan skala yang besar.
Pemerintah Bintuni sendiri sudah memberi tahu arah lokasinya. Lokasi pembangunannya juga tidak jauh dari pusat Kota Bintuni.
Setelah lokasi didapat, selanjutnya akan diadakan tinjauan lokasi serta studi kelayakan lokasi tersebut sebagai lokasi pembangunan pelabuhan nantinya.
Kajian itu sangat diperlukan. Karena setelah semua kajian dilakukan, barulah bisa dimulai pembangunan konstruksi. Kajian itu sendiri memerlukan waktu paling tidak selama dua tahun.
Kepala Dishub baru membebaskan lahan seluas 8 hektar untuk dijadikan jalan masuk, lahan sisi darat. Sedangkan dermaganya sudah otomatis ada tempatnya (bekas pelabuhan Belanda).
Pelabuhan Teluk Bintuni ini memiliki panjang dermaga sekitar 70 meter, yang digunakan kapal sekelas 1500 GT, kapal tersebut datang dari Makassar, Surabaya, dan Sorong. Dengan kedalaman air hingga 12 meter pada pasang tertinggi dan lebar alur 100 meter, akan tetapi muatan tersebut belum banyak.
Mulai dari masterplan pembangunan. Setelahnya akan menyusul pembahasan mengenai anggaran pembangunan tersebut.
Anggaran biaya
Untuk anggaran biayanya sendiri, akan diusahakan untuk disokong pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
Pemerintah provinsi juga akan turut menganggarkan dana bagi pembangunan pelabuhan tersebut. Sehingga masalah pendanaan tidak akan terdapat masalah. Apalagi ini untuk kepentingan yang lebih besar.
Pembangunan pelabuhan di Teluk Bintuni ini sendiri sangat diprioritaskan. Apalagi mengingat fungsi dan manfaatnya di kemudian hari.
Apalagi Teluk Bintuni memiliki banyak potensi yang belum dieksplor seluruhnya. Ini tentunya harus segera dibenahi.
Teluk ini sendiri sebulannya bisa kedatangan 8 hingga 10 kapal. Kapal-kapal yang datang tersebut membawa berbagai macam kebutuhan masyarakat dan bahan bakar yang berasal dari Sorong.
Untuk mutan balik dari Bintuni sendiri kebanyakan terdiri dari kayu dan hasil laut.
Itulah ulasan mengenai Pelabuhan Teluk Bintuni. Semoga pembangunan pelabuhan di Bintuni segera dapat diselesaikan mengingat betapa pentingnya pelabuhan bagi masyarakat Bintuni.
Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Pelabuhan Buli
