Categories Bisnis

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (IDX : PJAA)

kargoku.id – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk adalah perusahaan yang memiliki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol yang terdiri atas Dunia Fantasi, Sea World, Atlantis Water Adventure, Ocean Dream Samudra hingga Faunaland.

Pada akhir Desember 1965 kawasan Ancol mendapat perhatian dari Presiden RI pertama, Ir. Sukarno untuk dikembangkan dengan menunjuk Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Soemarno Sosroatmodjo menjadi Pelaksana Pembangunan dan Pengembangan daerah Ancol sebagai sebuah destinasi wisata. Padahal kawasan ini awalnya adalah kawasan rawa-rawa.

Pada tahun 1966 pengerjaan seluruh proyek Ancol dialihkan ke Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang menjadi cikal bakal PT Pembangunan Jaya. Pada tahun 1967,proyek ini dilanjutkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali sadikin.

Status badan hukum BPP Proyek Ancol pada tanggal 10 Juli 1992 berubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol dan seiring perubahan tersebut, sebanyak 80% kepemilikan saham Jaya Ancol dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta dan 20% sisanya dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya.

Perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Pemda DKI Jakarta ini membagi produk bisnisnya ke dalam 6 segmen usaha, yaitu segmen Pariwisata, Properti, Resor, Kuliner, serta Meeting, Incentives, Conference & Exhibitions (MICE).

Salah satu wahana di Dufan

Selain mengelola tempat rekreasi terkenal seperti Dufan, Sea World dan Atlantis, PT.Pembangunan Jaya Ancol Tbk. juga mengelola Marina Coast Royal Residence, Marina Ancol, Pulau Bidadari, Restoran Bandar Djakarta, Le Bridge dan masih banyak lagi.

Perusahaan ini sangat terkena dampak dari pandemi yang terjadi, sebagaimana sektor pariwisata lainnya. Perusahaan yang awalnya terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih selama 4 tahun terakhir (2016 – 2019) terpaksa harus menanggung kerugian yang tidak sedikit pada tahun 2020 karena dampak dari Pembatasaan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pengurangan kapasitas pengunjung tempat wisata.

Setelah menawarkan sahamnya kepada publik dengan kode emiten PJAA pada 2 Juli 2004, komposisi pemegang saham perusahaan saat ini adalah Pemda DKI (72%), PT pembangunan Jaya (18,%) dan publik (10%).

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai materi informasi dengan mengacu pada referensi publik, data umum industri, dan pengolahan informasi berbasis teknologi. Informasi yang disajikan bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan layanan, penawaran resmi, maupun perjanjian yang mengikat. Ketentuan layanan dan informasi resmi hanya berlaku sebagaimana tercantum pada kebijakan Kargoku.id. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Kargoku.id.

More From Author

Leave a Reply

You May Also Like

Tren bisnis 2026 di Indonesia: Analisis peluang usaha seperti logistik hijau, e-commerce cross-border, dan kebutuhan logistik pendukung agar UMKM lebih kompetitif dan berkembang.

Tren Bisnis 2026: Peluang Usaha yang Diprediksi Naik Daun dan Kebutuhan Logistik Pendukungnya

Kargoku – Kalau kamu menjalankan UMKM atau bekerja di sektor e-commerce, pasti sudah mulai memikirkan tren bisnis…

Bisnis Dropship: Masih Worth It di 2026 untuk UMKM yang Mau Mulai dari Nol?

Kargoku – Kalau kamu lagi mikir-mikir cari usaha sampingan atau bahkan bisnis utama yang modalnya…

peluang bisnis logistik, tren logistik global, logistik 2026, bisnis logistik indonesia, sektor logistik, industri logistik, supply chain global, manajemen rantai pasok, strategi bisnis logistik, adaptasi bisnis logistik, inovasi logistik, teknologi logistik, digitalisasi logistik, logistik masa depan, logistik berkelanjutan, green logistics, last mile delivery, e-commerce logistics, efisiensi pengiriman, pertumbuhan industri logistik, UMKM logistik, Kargoku.id

Peluang Bisnis dari Tren Global di Sektor Logistik Tahun 2026: Bidang yang Sedang Berkembang dan Adaptasinya di Indonesia

Tahun 2026 ini membawa berbagai peluang bisnis dari tren global di bidang logistik dan supply…