Categories Logistik

Fasilitas JICT Mulai Memperbaiki Performance Pelayanan

LOGISTIK KARGOKU

Fasilitas JICT gate baru seluas 6,5 hektar dan dilengkapi jembatan WIM yang pertama di Indonesia. Berdirinya PT JICT pada akhir 2007 mampu menangani 1,8 juta TEUs dan meningkat hingga 2,4 juta TEUs.

PT JICT merupakan terminal petikemas terbesar dan tersibuk diindonesia. Kini PT JICT mampu melayani arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Priuk hingga 3 juta TEUs per tahun.

Saat ini PT JICT telah terakreditasi standar ISO 9002 yang bertujuan untuk menyediakan layanan terbaik melalui dedikasi tenaga kerja yang berpengalaman dan menerapkan teknologi di era sekarang.

Jakarta International Container Terminal (JICT) telah meluncurkan New Generation-Billing Online Self Service (New G-Boss) untuk melengkapi sistem layanan transaksi jasa terminal bagi barang impor.

Namun dengan New G-Boss setiap transaksi impor di JICT dapat diselesaikan melalui sembilan unit Kios G-BOSS. Yang sebelumnya surat persetujuan pengeluaran barang dan layanan transaksi dari Bea Cukai.

fasilitas JICT
fasilitas JICT untuk mensejahterakan pekerjaannya

Fasilitas JICT untuk Para Pekerja

Pada Tanggal 1 januari 2018 Manajemen JICT mengatakan bahwa, proses peralihan operator bongkar muat di terminal JICT justru untuk mendongkrak produktivitas dan performance kinerja pelayanan kepada seluruh customer.

Sebelumnya vendor operator alat bongkar muat di JICT dilakukan oleh PT.Emco.

Namun sekarang vendor operator alat bongkar muat dilakukan PT. Multi Tally Indonesia (MTI) yang telah dilakukan tender secara transparan. Melalui proses lelang terbuka dan sesuai standar kerja JICT telah menetapkan MTI.

Dengan ini diharapkan layanan kepada pelanggan akan secepatnya berjalan normal kembali,

Manajemen JICT mengatakan bahwa, proses peralihan operator bongkar muat di terminal JICT justru untuk mendongkrak produktivitas dan performance kinerja pelayanan kepada seluruh customer.

Layanan bongkar muat peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sudah mulai membaik dengan Gross Container Rate (GCR) rata rata 20 box/jam.

Selain itu, bongkar barang impor mau pun muat barang ekspor sudah dilakukan oleh JICT yang Pemindahan bongkar kapalnya bersifat sementara. Karena sudah tidak ada lagi pemindahan bongkar kapal ke terminal lain (double berthing).

Bukan hanya itu, fasilitas terminal 2-JICT kini dialih fungsikan sebagai lokasi sandar kapal peti kemas ocean going dan sekaligus domestic.

 

Baca Juga : Supply Chain adalah solusi terbaik untuk masalah Logistik

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai materi informasi dengan mengacu pada referensi publik, data umum industri, dan pengolahan informasi berbasis teknologi. Informasi yang disajikan bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan layanan, penawaran resmi, maupun perjanjian yang mengikat. Ketentuan layanan dan informasi resmi hanya berlaku sebagaimana tercantum pada kebijakan Kargoku.id. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Kargoku.id.

More From Author

Leave a Reply

You May Also Like

Profesional Indonesia berkolaborasi di lingkungan kerja modern, menampilkan soft skill seperti komunikasi, empati, kepemimpinan, dan problem solving yang membuat karier tetap aman di era AI dan transformasi digital menurut Kargoku.

Desk Collection dalam Bisnis: Tugas dan Peran Pentingnya bagi Kelancaran Operasional

Kargoku.id – Desk collection dalam bisnis merupakan bagian yang sering bekerja di balik layar namun…

Inbound & outbound logistics

Sustainable Supply Chain: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih?

Kargoku – Bayangkan Anda mengirim barang dari Jakarta ke Papua. Rantai pasoknya mulus, tapi tiba-tiba harga bahan…

SOP Gudang Sering Gagal Diterapkan? Ini Penyebab Utama dan Cara Membangun Disiplin Operasional yang Konsisten

Kargoku.id – SOP Gudang sering terlihat rapi di atas kertas, tetapi dalam praktiknya tidak selalu…