kargoku.id – PT Barito Pacific Tbk adalah perusahaan energi terintegrasi yang mengoperasikan berbagai anak perusahaan di sektor energy dan industri yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, orang terkaya ke-3 di Indoonesia.
Melalui Star Energy, BRPT mengoperasikan perusahan panas bumi terbesar ketiga di dunia. Tak cukup sampai disitu, melalui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menjadi satu-saatunya perusahaan petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia.
Sejarah Berdirinya Barito Pacific
Perusahaan berdiri pada tahun 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan. Perusahaan awalnya dikenal sebagai pengolah hasil hutan yang terintegrasi dan mendapat pengakuan secara luas di industri kehutanan dan perkayuan di era 80-an.
Tahun 1993 perusahaan go public dan modalnya digunakan untuk memperluas bisnis industri kehutanan dan menjaga kelangsungan pasokan bahan baku. Lima pabrik saat itu menghasilkan plywood, blockboard, particle board dan woodworking product yang di ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika.
Ekspansi Perusahaan
Tahun 1996 perusahaan berubah nama menjadi PT Barito Pacific Timber Tbk. Akibat iklim industri kehutanan yang tak kondusif, disusul krisis ekonomi asia di akhir tahun ’90-an, dua pabrik pengolahan kayu tutup lalu usaha perkayuan dirampingkan dan melakukan diversifikasi ke industri sumber daya lainnya.
Tahun 2007 perusahaan mengakuisisi Chandra Asri, satu-satunya produsen olefin di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Sejak saat itu perusahaan melakukan pengembangan bisnis migas ke arah hilir dan terus mencari peluang baru di sektor usaha sumberdaya energi di masa depan.

Segmen Usaha Barito Pacific
Perusahaan menjalankan usaha di segmen petrokimia, energi, properti, perhotelan, penyewaan tangki dan dermaga.
Segmen Petrokimia
Usaha petrokimia dijalankan melalui entitas anaknya, yaitu Chandra Asri yang menghasilkan sejumlah produk dan jasa bahan baku industri plastik, baik di sektor hulu maupun hilir yang dijual ke pelanggan domestik dan internasional.
Segmen Energi
Melalui entitas anaknya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd. Perusahaan menjadi operator panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di dunia yang memiliki 3 (tiga) asset panas bumi yang beroperasi dengan total kapasitas terpasang 875MW.
Segmen Kehutanan
Menjadi segmen usaha pertama dan terlama dimana perusahaan masih memegang izin pengusahaan hutan khususnya untuk pengelolaan tanah Hutan Taman Industri (HTI) dan memproduksi papan partikel.
Segmen Properti & Hotel
Melalui entitas anaknya, PT Griya Idola (GI), perusahaan mengelola Wisma Barito Pasific yang menjadi kantor pusat bagi mayoritas perusahaan dibawah Grup Barito Pacific dan beberapa cadangan lahan di sejumlah lokasi strategis.
Segmen Sewa Tangi dan Dermaga
RPU yang merupakan entitas anak Chandra Asri, beroperasi sebagai terminal tangki penyimpanan dan jasa pengelolaan jetty untuk produk-produk kimia.
Kinerja Perusahaan di Tengah Pandemi
Adanya pandemi Covid-19 berdampak pada daya beli masyarakat yang melemah, sehingga produk turunan petrokimia tidak terserap dengan optimal di pasar dalam negeri.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan di sejumlah industri dan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,8% menjadi US$ 2,33 miliar di tahun 2020, tetapi perusahaan masih bisa mencetak kenaikan laba bersih sebesar 2,9% menjadi US$ 141 juta di sepanjang tahun 2020.
Pendapatan per segmen usaha tahun 2020 adalah Petrokimia (US$ 1,797 miliar), Energi (US$ 520,8 juta) dan Lainnya (US$ 16,4 juta)
Data Kepemilikan Saham Perusahaan
| Prajogo Pangestu | 72,18 % |
| Bangkok Bank Pcl | 4,99 % |
| HSBC Ltd- Singapore Branch Private banking | 2,92 % |
| Credit Suisse Ag, Singapore Branch, Trust Account Clients | 2,78 % |
| DBS Vickers Secs Singapore (Pte) Ltd A/C Clients | 2,30 % |
| Barito Pasific Lumber | 1,21 % |
| UOB Kay Hian Pte. Ltd | 0,88 % |
| DBS Bank Ltd Sg-pb Clients | 0,85 % |
| HSBC Singapore Branch Private Banking Division – Anbo Holdings Limited | 0,60 % |
| Bank of Singapore Limited | 0,56 % |
| Publik | 10,72 % |
Di tahun 2021 perusahaan terus mengembangkan segmen usaha energi dan petrokimia. Mulai dengan mengembangkan proyek PLTU Jawa 9 dan 10. Lalu eksplorasi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP Salak Binary. Terakhir perusahaan baru mendapatkan investasi untuk mengembangkan dan membangun kopleks petrokimia terintegrasi kedua Chandra Asri.
